Kamis, 22 Juni 2017

Kerusakan amplier

Cara Memperbaiki Dan Mencari Kerusakan Power Amplifier

ELEKTRONIK 13 KOMENTAR

DIVAIZ – Cara Memperbaiki Dan Mencari Kerusakan Power Amplifier. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengetahuan serta pengalaman bagi sobat semua tentang power amplifier yang mengalami kerusakan entah itu apa kerusakan dan penyebabnya. Banyak faktor penyebab dari kerusakan tersebut, pasti akan panjang dan lebar bila saya jelaskan secara detail dengan teori-teorinya.

Agar sobat semua tidak bingung dan ribet untuk memahaminya langsung saja ke pokok pembahasan dari memperbaiki kerusakan power amplifier. Menurut dari golongan power amplifier itu ada dua jenis yaitu power amplifier stereo dan power amplifier mono. Adapun kerusakan yang sering terjadi pada power amplifier sebagai berikut :

Baca Juga : Berbagai Persamaan Flyback TV.

Cara Memperbaiki Dan Mencari Kerusakan Power Amplifier.


1.Kerusakan karena tidak ada suara atau suara antara loud spiker kiri, kanan tidak seimbang alias keras sebelah.

kerusakan pada tone control mungkin terjadi di potensio balance mengalami kerusakan.

kerusakan pada stereo tuner fm, pre amp head, pre amp microfon.

kerusakan pada kabel input / output tidak tersambung dengan baik bisa juga dari solderan nya mentah.

kerusakan pada power supply mungkin tegangan antara power tidak keluar sebelah.

kerusakan pada bagian buffer (penyangga) power amplifier.

kerusakan pada bagian driver (pendorong) power amplifier.

kerusakan pada bagian penguat final (sanken, jengkol, mosfet).

kerusakan pada speaker kiri kanan ada yang rusak salah satu.

2.Kerusakan distorsi (cacat suara) / power amplifier mendengung.

kerusakan pada bagian power supply dioda / kuprok ada yang bocor dan sort.

kerusakan pada power supply ke dua elco ada yang kering sebelah.

kerusakan pada tune control mungkin ada transistor yang mati sebelah.

kerusakan pada buffer power amplifier.

kerusakan pada driver power amplifier.

kerusakan pada penguat final.

Dari keterangan di atas mungkin bisa membantu untuk mencari di mana letak kerusakan sebuah power amplifier, bila belum menemukan di mana letak titik dari kerusakannya maka teliti dengan seksama power amplifier tersebut. Demikian pembahasan tentang cara memperbaiki kerusakan power Amplifier, semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan juga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Rabu, 07 Juni 2017

Mengukur komponen elektronik

elektronika tentunya diperlukan sebuah alat untuk pengerjaannya. Pada umumnya para teknisi ataupun para pecinta elektronika menggunakan AVO meter atau multimeter sebagai bantuan untuk menguji dan memeriksa komponen elektronika. Oleh sebab itu sangat penting menguasai cara penggunaan AVO meter atau multimeter, karena dengan itu dapat memudahkan troubleshooting kerusakan dalam mereperasi atau memperbaiki alat-alat elektronika.

Pada umumnya dalam memeriksa komponen elektronika dengan menggunakan multimeter sebagian besar dilakukan pada skala ohm meter. Hal ini di karenakan ujung-ujung probe pada skala ohm meter akan mngeluarkan arus, sehingga dengan adanya arus dan tegangan pada multimeter ini berfungsi mengaktifkan kinerja dari komponen yang kemudian bisa dilihat kinerja komponen atau data dari sebuah pengujian melalui jarum multimeter


Berikut akan dijelaskan satu persatu caramenguji dan memeriksa komponen elektronika.

·         Menguji Resistor

1.      Putar pada skala ohm meter(pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).

2.      Lakukan kalibrasi dengan cara short probe positif dan negative lalu putar zero ohm adjustment hingga jarum menunjukan angka nol pada skala ohm.

3.      Hubungkan probe pada masing-masing kaki (bolak balik sama saja)

4.      Kemudian amati jarum pada multimeter.


Kesimpulan Hasil Pengujian
1.  Jika jarum menunjukan angka sesuai dengan nilai pada resistor maka resistor dalam kondisi baik
2.  Jika jarum menunjukan angka lebih besar / kecil diluar batas toleransi maka resistor dalam kondisi setengah rusak / atau molor.
3.  Jika jarum tidak bergerak sama sekali maka resistor putus
4.  Jika jarum menunjuk angka nol maka resistor short (hubung singkat/ tidak memiliki hambatan)

·         Menguji Kondensator

Kondensator terdapat 2 macam jenis, yaitu kondensator polar (elco) dan nonpolar, dimana keduanya memiliki karakteristik masing-masing dalam pengujian baik atau rusaknya kondisi kondensator.

a. Kondensator Elektrolit/Elco

1. Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter (jika nilai kondesator kecil gunakan skala ohm yang besar pada multimeter dan sebaliknya.)

2. Hubungkan probe merah dengan kaki kondensator kutub negatif, probe hitam ke kaki positif kondensator.

3. Amati jarum, apabila bergerak dan kembali ketempat semula

berarti kondensator tersebut masih dalam kondisi baik.

Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti rusak.

Jika  jarum bergerak tapi tidak kembali berarti bocor.

Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali berarti putus.




b. Kondensator Non Polar

      1. Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10/x1k

      2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki.

      3. Amati jarum, jika tidak bergerak maka kondensator dalam kondisi baik.

      Jika jarum bergerak berarti rusak.



·         Menguji Dioda

Dioda ini memiliki prinsip dasar sebagai penyarah, jadi hanya bisa meneruskan arus listrik dalam satu arah saja yaitu anoda(+) ke katoda(-). Berikut cara pengujiannya.

1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10

2.      Hubungkan probe merah dengan kaki dioda kutub negative (katoda), probe hitam ke kaki positif (anoda). Pastikan jarum bergerak.

3.      Kemudian lakukan sebaliknya, Hubungkan probe merah dengan kaki dioda kutub positif (anoda), probe hitam ke kaki negative (katoda).

Jika jarum tidak bergerak berarti baik.

Jika jarum bergerak berarti rusak.



·         Menguji Transistor.

Pada prinsipnya transistor terbuat dari bahan semikonduktor tipe p dan n yang saling dipertemukan atau dengan kata lain transistor pada dasarnya merupakan dua diode yang dipertemukan sehingga dalam pengujiannya sesuai dengan sifat-sifat pada diode.

Transitor terdapat 2 macam jenis yaitu tipe PNP dan NPN dimana sama-sama memiliki tiga kaki yang bisanya disebut basis, collector, emitor.



Berikut cara pengujian transistor.

a.      Transistor PNP

1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter sebaiknya x10

2.      Hubungkan probe merah pada kaki basis dan probe hitam pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak.

3.      Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara rinci dengan variable yang berbeda dan pastikan jarum tidak bergerak, karena transistor masih dalam kondisi baik jika jarum bergerak hanya pada variable nomor dua dan tidak bergerak pada pengujian kaki atau variable lainnya.

Jika pada pengujian kaki lain selain varabel nomer 2 dan jarum bergerak maka transistor dalam kondisi rusak.



b.      Transistor NPN

1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter sebaiknya x10

2.      Hubungkan probe hitam pada kaki basis dan probe merah pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak.

3.      Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara rinci dengan variable yang berbeda dan pastikan jarum tidak bergerak, karena transistor masih dalam kondisi baik jika jarum bergerak hanya pada variable nomor dua dan tidak bergerak pada pengujian kaki atau variable lainnya.

Jika pada pengujian kaki lain selain variabel nomer 2 dan jarum bergerak maka transistor dalam kondisi rusak.

            


            ·         Menguji Transfomator (Trafo)

                   Pada dasarnya trafo merupakan lilitan yang tediri dari kumparan primer dan sekunder,                          jadi dalam menguji ataupun memeriksa trafo sama halnya menguji putus tidaknya suatu                      penghantar, hal ini juga berlaku pada seluruh jenis komponen berupa lilitan seperti coil,                      spoel, induktor dan lain-lain.

                   Berikut cara menguji trafo

 Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10Hubungkan probe pada kaki-kaki kumparan primer, pastikan jarum bergerak, jika tidak bergerak berarti putusLakukan juga pada kumparan sekunder, pastikan jarum bergerak, jika tidak berarti putus.Hubungkan probe pada kumparan primer dan probe satunya pada kumparan sekunder, jika jarum tidak bergerak maka trafo dalam kondisi baik. Jika jarum bergerak trafo rusak.



Pada dasarnya dalam meguji dan memeriksa komponen elektronika sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu prinsip kerja dari komponen tersebut, sehingga akan lebih memudahkan dalam memeriksa rusak atau tidaknya suatu komponen. Dengan mengetahui prinsip kerja, pengujian komponen dapat dilakukan dengan hanya mengembangkan teknik dasar dalam pengujian. 

sekian postingan kali ini tentang menguji dan memeriksa komponen elektronika. semoga bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 05 Juni 2017

Mengukur komponen elektronika

a. Mengukur Tegangan

Mengukur tegangan AC

Pertama-tama putar atau arahkan batas ukur multimeter ke arah DCV (batas ukur harus lebih tinggi dibanding dengan yang diukur)Setelah itu hubungkan probe ke masing-masing sumber tegangan. Karena AC maka bolak-balik samaLihat tampilan display pada multimeter

Mengukur tegangan DC

Pertama-tama putar atau arahkan batas ukur multimeter ke arah DCV (batas ukur harus lebih tinggi dibanding dengan yang diukur)Setelah itu hubungkan probe merah ke kutub positif, dan probe hitam ke kutub negatifLihat tampilan display pada multimeter

b. Mengukur Jalur PCB

Pengukuran jalur PCB dilakukan untuk mengetahui putus tidaknya sebuah jalur PCB. Caranya adalah sebagai berikut:

Pertama-tama atur saklar multimeter ke Ohm meter X1 atau X10Setelah itu hubungkan probe ke masing-masing ujung jalur PCB yang ingin dicekLihat display, apabila jarum bergerak menunjuk nol, jalur dalam keadaan baik atau tersambung

c. Mengukur Transistor

Mengukur transistor PNP

Pertama-tama atur posisi saklar pada multimeter ke gambar dioda (multimeter digital)Hubungan probe hitam ke kaki basis (B), dan probe merah ke kaki emitor (E)Jika display menunjukkan angka tertentu, berarti transistor dalam keadaan baikUntuk mengetahui transistor PNP rusak atau tidak, salahkan hubungan probe merah pada kaki kolektor (C)Jika display menunjukkan angka tertentu, berarti kemungkinan transistor dalam kondisi yang baik

Mengukur transistor NPN

Pertama-tama atur posisi saklar pada multimeter ke gambar dioda (multimeter digital)Hubungan probe hitam ke kaki basis (B), dan probe merah ke kaki emitor (E)Jika display menunjukkan angka tertentu, berarti transistor dalam keadaan baikUntuk mengetahui transistor PNP rusak atau tidak, salahkan hubungan probe hitam pada kaki kolektor (C)Jika display menunjukkan angka tertentu, berarti kemungkinan transistor dalam kondisi yang baik

Itulah tadi beberapa cara yang dapat digunakan dalam pengukuran komponen elektronika menggunakan avometer. Untuk informasi mengenai cara mengukur dioda, kapasitor, resistor, dan beberapa jenis komponen lainnya, bisa anda baca langsung artikel mengenai cara mengukur komponen elektronika.

Sekian informasi mengenai pengukuran komponen elektronika. Semoga informasi tadi dapat memberikan manfaat bagi para pembaca setia belajarelektronika.net. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini pada teman-teman anda apabila dianggap bermanfaat, dan baca juga artikel lainnya mengenai pengenalan komponen elektronika.

Kendala mobil biasanya


Otomotif Mobil

Nama Sensor Pada Mobil Avanza, Xenia, Rush dan Terios

By Admin on Oktober 18, 2014

Otomotifmobil.com – Artikel otomotif mobil avanza, xenia, rush dan Terios, mengetahui apa nama-nama sensor dan letak atau posisi sensor-sensor pada mesin Avanza, Xenia, Terios dan Rush.


Keempat kendaraan ini, yaitu Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Rush dan Daihatsu terios menggunakan basic mesin sama berbeda cc dan sistem injeksi yang sama yaitu injeksi tipe D.

Berikut adalah komponen sistem EFI atau nama-nama sensor dan aktuator pada mobil Avanza, xenia, terios, rush beserta letak dan kegunaannya.

Komponen Sistem EFI dan Fungsinya

1. MAP Sensor, Map sensor terletak di rumah filter udara, memiliki tiga kabel yang berfungsi untuk mendeteksi kevacuuman pada intake manifol atau camber.

Sistem kerja sudah ditulis silakan kunjungi Artikel Sistem Kerja Map Sensor Pada Mobil Injeksi Tipe D. Gambar Letak Map sensor Avanza,Xenia,Terios dan Rush silakan lihat dibawah ini.
2. TPS atau Throttle Position Sensor, TPS atau Sensor Posisi Throttle terletak di throttle body atau katup gas, berfungsi untuk mengetahui berapa persen katup gas (throttle valve) dibuka atau seberapa lebar katup gas terbuka saat pedal gas diinjak.

3. CKP Sensor, CKP sensor atau CrankShaft Posision Sensor terletak di bagian depan mesin bagian bawah untuk mendeteksi posisi TOP silinder.

4. Camshaft Sensor, Camshaft sensor berfungsi untuk mendeteksi posisi camshaft.

5. ISC atau Idle Speed Control Valve, ISC termasuk aktuator, sesuai dengan namanya ISC valve adalah sparepart atau komponen yang berfungsi untuk mengatur putaran mesin saat idel atau stationer.

6. IAT (Intake Air Temperatur) atau Sensor temperatur udara masuk, sensor temperatur udara masuk berada di filter udara yang berfungsi untuk mendeteksi berapa derajat celsius suhu udara yang masuk di ruang filter udara sebelum ke mesin.

7. ECT atau Engine coolant Temperature,  ECT atau sensor temperatur cairan pendingin mesin yang bertugas untuk memberi sinyal untuk menghidupkan kipas radiator saat mesin sudah panas. Letak switch temperatur untuk lebih detail karena terletak di bagian belakang mesin silakan kunjungi artikel pengaruh thermostat mesin tidak dipasang.

8. Sensor Knock, berfungsi untuk mendeteksi terjadinya knocking pada mesin. Knock sensor terbuat dari piezo electric element yang menghasilkan tegangan saat piezo electric element-nya berubah bentuk, hal ini terjadi pada saat block silinder vibrasi yang disebabkan karena terjadinya knocking.

9. Vacuum Switching Valve (EVAP) atau VSV, VSV bukanlah sensor tetapi aktuator, fungsi katup vsv (EVAP) adalah untuk membuka saluran uap bensin dari tanki melalui charcoal canister, uap bensin dari tanki tersebut akan ikut terbakar didalam mesin. Katup vsv biasanya bekerja setelah kondisi mesin sudah panas.

10. Oxygen Sensor, O2 sensor adalah sensor gas buang, sensor oksigen berfungsi untuk mendeteksi oksigen didalam gas buang hasil pembakaran mesin, oksigen sensor terletak di knalpot atau exhaus manifold. Silakan lihat sistem kerja atau cara kerja oksigen sensor.

11. OCV atau Oil Control Valve, OCV termasuk aktuator yang berfungsi untuk mengatur oli mesin yang masuk ke VVT-i, silakan lihat artikel tentang OCV.

12. Injektor Bahan Bakar adalah aktuator yang berfungsi untuk menyemprotkan atau mengabutkan bensin ke dalam mesin atau ke dalam ruang bakar.

13. Pompa Bensin atau pompa bahan bakar, dimana letak atau posisi pompa bensin?Pada Avanza, xenia, terios atau rush dan mobil injeksi pada umumnya, letak atau posisi pompa bensin berada didalam tangki. Pompa bensin ini berfungsi untuk menaikan tekanan bahan bakar sebelum dikabutkan oleh injektor.

Semoga berguna.

All New AvanzaAll New XeniaAvanzaLetak dan Posisi Sensor MesinRushTeriosXenia

Avanza dan Xenia

 72 

Elektrikal Mobil 

Mesin Mobil Masalah Ac Mobil Chasis dan Body Avanza dan Xenia Dunia Otomotif Otomotif Dasar Sistem Pendingin Mesin Sistem Pengapian Ototronik

 View Desktop Version